Di Istana Dalam Loka, 15-20 Januari 2018

Buku yang didiskusikan:

  1. Jejak Warisan Yang Tersisa

Penulis: Julmansyah dan Yossy Dwi Erliana.

Pengetahuan lokal dapat menentukan apa yang diperbuat masyarakat terhadap sumberdaya alam yang mempunyai karakteristik tertentu. Sebaliknya institusi sosial juga berfungsi memelihara dan mengembangkan pengetahuan lokal, termasuk mengawal perubahan-perubahannya. Buku ini mengajak kita untuk menilik kembali beberapa institusi sosial yang masih memelihara pengetahuan lokal masyarakat Sumbawa. Pengetahuan yang telah turun temurun dan telah melewati waktu yang sangat lama. Buku ini juga, sekaligus melakukan otokritik atas memudarnya pengetahuan dan institusi lokal tersebut.

  1. SOEMBAWA, 1900-1950: Arsip Foto Sebagai Sumber Penulisan Sejarah Lisan Penulis: Yuli Andari Merdikaningtyas.

Buku ini hadir sebagai salah satu acuan untuk mempelajari sejarah Sumbawa pada tahun 1900-1950 melalui arsip foto. Dengan membandingkan dua sumber arsip foto tentang Sumbawa yaitu KITLV Digital Image Library (www.media-kitlv.nl) di Belanda dan arsip foto keluarga Sultan Muhammad Kaharuddin III di Bala Kuning di Sumbawa Besar, buku ini mencoba menganalisa konten foto yang merepresentasikan sejarah Sumbawa pada masa itu, membaca motivasi juru foto dalam mengabadikan momen bersejarah tentang Sumbawa, dan menjelaskan tentang konteks sejarah dibalik foto.

  1. Sumbawa Dalam Kepingan Sejarah

Editor: Miftahul Arzak dan Yuli Andari Merdikaningtyas.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai menghimpun dan menulis sejarah lokal Sumbawa. Buku ini memuat enam esai sejarah lokal hasil Lomba Penulisan Sejarah Lokal yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DISPUSSIP) Kabupaten Sumbawa tahun 2017 lalu. Sebagai pionir, buku kecil ini membuktikan bahwa kerja kolaborasi dari berbagai pihak telah membuahkan hasil yang manis. Semoga kedepannya, upaya ini mendapat dukungan dan komitmen dari berbagai pihak sehingga tanda tanya besar tentang sejarah Sumbawa bisa terjawab satu per satu.

  1. Menghimpun Yang Terserak: Esai-esai Sejarah Lokal Sumbawa

Editor: Miftahul Arzak dan Yuli Andari Merdikaningtyas.

Penulisan sejarah lokal di Sumbaa masih sangat minim, padahal tema-tema yang bisa diangkat masih sangat banyak. Tiga esai sejarah lokal yang termuat dalam buku ini adalah naskah yang masuk dalam sepuluh besar Lomba Penulisan Sejarah Lokal Sumbawa yang diadakan oleh Bidang Kearsipan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa. Kegiatan ini adalah sebuah langkah terobosan untuk menghimpun ingatan-ingatan tentang Sumbawa yang masih tersimpan dan belum terkuak, juga masih terserak di berbagai tempat di Tana Samawa.

  1. Dari Rahim Ombak

Penulis: Tison Sahabuddin Bungin

Novel tentang laut, konservasi, dan perenungan.

 

  1. Mediatrik! Regulasi Media Dari Nasional Ke Sumbawa

Penulis: Miftahul Arzak, S.Ikom, MA,Puspa Maulida, Mahardika Hazza, Shabira Delanda,

Ikhsan, Amaliatu Solihah, M. Fadhilah, Shella Novia Tursika, Marsa Gipta Juliana.

Editor: Miftahul Arzak, S.Ikom, MA

Rambu atau regulasi media lahir dari rahim “nasional” kadang memandang bahwa Indonesia itu sama, padahal beragam. Layaknya rambu-rambu, regulasi dapat menjadi penuntun pengendara dalam sebuah jalan raya yang penuh dengan kehati-hatian. Namun, pilihan tersebut tidak seluruhnya diikuti, bahkan dibiarkan, atau mungkin dilanggar. Buku ini adalah kumpulan tulisan karya pengajar dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UTS angkatan tahun 2016 yang mengambil mata kuliah Regulasi Media.

 

 

Pekan Bedah Buku Sejarah dan Budaya Lokal Sumbawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *