Dimuat di samawarea.com

“Survei Menuju dua tahun Kepemimpina Husni-Mo dan HUT ke-59 Kab. Sumbawa”

Oleh : Ridho Fisabilillah

Jika kita hitung secara matematis, Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa periode 2016-2021 kini akan masuk ke 2 tahun masa pemerintahannya. Sudah melewati 2 tahun pula kita mendengarkan visi misi Pak Husni-Mo saat mengawali kampanyenya sebagai Bupati dan Wakil Bupati. Diantaranya adalah menjunjung tinggi nilai-nilai budaya gotong royong, sehingga masyarakat merasa saling dekat dan sejalan dengan yang menjadi cita-cita bersama. Dari pernyataan tersebut, maka masyarakat juga perlu untuk meninjau, memantau serta memberikan penilaian terhadap kinerja pemerintah sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja pemerintahan saat ini. Salah satunya dengan diadakan survei terhadap Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Periode 2016-2021.

Survei ini dilakukan oleh lembaga MY Institute yang berkerjasama dengan mahasiswa Universitas Teknologi Sumbawa, Fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2015. Metodologi yang digunakan dalam survei ini adalah dengan tingkat kepercayaan 95%, margin of error sebesar 5% dengan periode survei November 2017 – Januari 2018, melalui sampel yang tersebar di seluruh masyarakat Desa di Kabupaten Sumbawa. Dari sekian penjabaran visi misi pak Husni-Mo, salah satu yang kami survei terkait ketersediaan sarana dan prasarana kebersihan di beberapa titik Kabupaten Sumbawa.

Di dalam survei ini masyarakat Sumbawa menilai bahwa ada yang perlu ditengok dari segi sarana dan prasarana kebersihan saat ini. Mereka menilai bahwa sarana dan prasarana sebagai penunjang kebersihan masih sangat minim. Terdapat 72,4% responden menjelaskan bahwa belum adanya sarana dan prasarana di sekitar tempat mereka tinggal. Dengan data tersebut, menjadi catatan bersama bahwa perlu adanya inisiatif dari berbagai kalangan untuk mengatasi masalah yang tidak dianggap remeh ini. Terlebih kebersihan akan berdampak pada perilaku dan kesehatan masyarakat nantinya.

Beberapa kecamatan dan desa tersebut adalah Alas Barat, dimana responden menjelaskan bahwa sampah-sampah dari kecamatan Buer dan Alas dibuang ke desa Lekong. Sedangkan desa Lekong yang menanggung sampah dari dua kecamatan tersebut tidak memliki sarana dan prasaarana penunjang kebersihan. Begitu juga dengan masyarakat Pulau Bungin dan masyarakat dari kecamatan Labuhan Badas (Karang Dima) yang harus membuang sampahnya ke laut karena alasan yang sama. Selain itu, ada juga kecamatan Moyo Hulu yang rata-rata masyarakatnya membuang sampah di pinggir jalan karena tidak adanya truk atau petugas kebersihan. Serupa juga dengan kecamatan Lopok yang masyarakatnya rata-rata membuang sampah ke sungai karena tidak memiliki tempat pembuangan sampah. Tidak hanya di desa-desa di Kabupaten Sumbawa, bahkan pemandangan di tengah kota pun masih terdapat sampah yang berserakan, salah satu contohnya bisa kita lihat di pinggir sungai Brang Biji, dan di sekitar selokan pasar-pasar tradisional.

Hasil survei ini merupakan salah satu dari 30 isu yang diangkat oleh tim survei pada kegiatan “Menuju dua tahun Kepemimpinan Husni-Mo” dan akan disampaikan secara keseluruhan pada hari Sabtu, 20 Januari di Oase Sumbawa pukul 15.30-17.30 Wita. Dari data-data yang terdapat di lapangan saat melakukan survei diharapkan bisa membantu pemerintah serta masyarakat untuk saling membantu mewujudkan gotong royong yang menjadi visi misi Husni-Mo saat kampanye lalu sehingga ”Terwujudnya masyarakat Sumbawa yang berdaya saing, mandiri, dan berkepribadian berlandasann gotong royong”.

 

 

 

Menilik Ketersediaan Sarana Dan Prsasarana kebersihan di Sumbawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *