Sumber: kabarntb

KabarNTB, Mataram – Menjelang 100 hari pertama masa kerja Pasangan Gubernur – Wakil Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah – Hj Siti Rohmi Djalillah (Zul – Rohmi), tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan mereka berada diatas 50 persen.

Berdasarkan survey yang dilaksanakan MY Institute, sebanyak 55,6 persen masyarakat NTB menyatakan puas. Tingkat kepuasan ini juga diimbangi dengan tingkat optimisme masyarakat bahwa NTB akan lebih baik dan gemilang dibawah kepemimpinan Zul – Rohmi juga sangat tinggi, mencapai 87 persen.

“Ini artinya tingkat kepercayaan dan harapan masyarakat atas kepemimpinan Zul – Rohmi sangat besar,” ungkap Direktur MY Institute, Miftahul Arzak S.Ikom MA, dalam pernyataan resmi yang diterima Redaksi Ahad 16 Desember 2018.

Miftah menjelaskan, tingginya harapan dan optimisme masyarakat tersebut tidak terlepas dari sejumlah program yang menyentuh seluruh elemen masyarakat yang telah dilaksanakan Zul – Rohmi.

MY Institute melakukan survei Kinerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023 itu sejak tanggal 20 November – 3 Desember 2018.

Menurut Miftah, survei bertajuk “Menuju 100 Hari Bang Zul dan Ummi Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023” ini menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error 4,4%, dengan tingkat kepercayaan 95%. Dari Margin of Error dan Tingkat kepercayaan tersebut didapatkan 500 responden yang tersebar di seluruh Kabupaten se-Nusa Tenggara Barat.

Adapun isu-isu yang disurvei adalah terkait: Efektivitas turun lapangan (blusukan) yang dilakukan Zul – Rohmi sejak sebelum dan pasca dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB. Efektivitas ini dapat dilihat dari popularitas atau tingkat pengetahuan masyarakat terhadap Zul – Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Selain itu, tingkat pengetahuan dan penilaian masyarakat terhadap dua program yang berbeda dari masa pemerintahan sebelumnya, yaitu “Mengirim 1000 Anak Muda NTB untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri” dan “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” setiap hari jum’at juga menjadi pertanyaan bagi responden.

Untuk program beasiswa luar negeri, 91,1% masyarakat menilai program tersebut positif bagi mereka maupun masyarakat sekitar sebagai salah satu langkah mengembangkan SDM di NTB. Namun, ada 8,9% menganggap masih kurang berdampak. Mereka menilai bahwa program tersebut hanya untuk lulusan S1 atau SMA saja, sedangkan peningkatan skill untuk lulusan SD, SMP juga perlu ada dan diperhatikan. Selain itu syarat untuk mengikuti program beasiswa tersebut juga masih dianggap berat.

Di balik segala penilaian tersebut, informasi beasiswa itu hanya diketahui 20,2% masyarakat NTB saja yaitu meliputi masyarakat dengan tingkat pendidikan S2=50%, D1-D3=37,5%, S1=31,25% dan SMA=22,2%. Sedangkan pekerjaan yang banyak mengetahui informasi beasiswa ini meliputi Guru/Dosen, Karyawan Swasta dan Pensiunan yang mencari beasiswa untuk anak maupun cucunya.

Sedangkan program unik lainnya yang berjudul “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” yang dilaksanakan setiap hari Jum’at hanya diketahui oleh 10,4% masyarakat saja. Namun, seluruh yang mengetahui program tersebut atau 100% menganggap program ini sangat positif untuk mendengar aspirasi masyarakat, selain itu program ini sangat jarang dilakukan oleh kepala-kepala daerah pada tingkat Kabupaten di NTB. Beberapa daerah yang masih kurang mengetahui program ini ada di Kota Bima, Lombok Tengah dan Masyarakat Lombok Timur yang rata-rata di bawah 10% saja yang mengetahuinya.

MY Institute juga melihat penilaian masyarakat Korban Gempa NTB terhadap berbagai program yang sudah dirumuskan untuk melakukan perbaikan pasca gempa. Tidak hanya bagi korban jiwa atau rumah yang rusak saja, namun bagaimana Pemerintah Provinsi NTB menangani dampak Gempa NTB terhadap Pariwisata sebagai salah satu nilai jual Provinsi NTB.

Pada isu yang terakhir, Lembaga Survei Lokal yang bermarkas di Kabupaten Sumbawa ini melakukan survei terkait Kepuasan dan tingkat optimisme masyarakat NTB terhadap masa pemerintahan Zul – Rohmi.

“Dari survei tersebut didapatkan 66,4% masyarakat NTB sudah mengetahui siapa Gubernur dan wakil Gubernurnya. Sebelum dan pasca Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Juni 2018 lalu, memang Bang Zul dan Ummi Rohmi memiliki intensitas turun lapangan yang cukup tinggi,” jelas Miftah.

“Sebelum 100 hari masa kerjanya ini, Bang Zul dan Ummi Rohmi sudah dikenal hingga meningkat 10% dari data hasil survey sebelumnya. Tentunya ini akan berdampak positif terhadap program-program yang akan mereka jalankan nanti, terutama pada kedekatan serta komunikasi yang intersif antara rakyat dengan pemimpinnya,” imbuhnya.

Sementara menyangkut penanganan pasca bencana gempa, dari 500 responden, MY Institute mendapatkan 21,2% responden yang menjadi Korban Gempa NTB serta mengalami kerusakan parah (Rumah Rusak dan Keluarganya yang meninggal dunia akibat gempa).

Masyarakat korban gempa menilai bahwa hingga kini masih ada masalah komunikasi atau kurang meratanya informasi dari Pemerintah Pusat, Provinsi hingga Kabupaten kepada para korban, terutama terkait bantuan-bantuan. Masih ada 66,1% masyarakat menilai bahwa informasi terkait bantuan seperti persyaratan untuk mendapatkan bantuan, bahan-bahan yang harus disiapkan serta cara mengklaim bantuan yang belum mereka ketahui.

Selain itu, 64,5% korban yang terkena dampak Gempa NTB menilai bahwa bantuan yang diberikan pemerintah belum sesuai harapan. Masyarakat berharap agar pemerintah segera membantu pembangunan maupun renovasi rumah yang telah rusak. Para korban pun menginginkan bantuan dana segera cair sebagaimana yang telah dijanjikan pemerintah pusat, atau minimal mereka mendapat bantuan bahan bangunan untuk membangun rumah kembali secara pribadi.

Selain memakan korban jiwa dan berdampak pada psikis korban, ternyata Gempa NTB juga berdampak bagi aktivitas Pariwisata di NTB. Terlebih salah satu nilai jual Provinsi NTB banyak disumbangkan melalui Pariwisata. Dari 100% data yang masuk, terdapat 33,6% masyarakat menilai terdapat potensi pariwisata di sekitarnya dan 43,5% dari masyarakat tersebut menilai Gempa NTB berdampak pada aktivitas Pariwisata.

“Namun penilaian positif bagi Pemerintah Provinsi NTB, karena 53,5% masyarakat yang menjawab ada Pariwisata di sekitarnya menilai bahwa Bang Zul dan Ummi Rohmi cukup sigap dalam perbaikan Pariwisata NTB. Tidak hanya fisik, namun juga promosi kepada seluruh wisatawan dan calon wisatawan segera disampaikan, sehingga aktivitas pariwisata kini pelan-pelan sudah berjalan seperti semula,” urai Miftah.

Selain melihat dampak Gempa, Miftah juga menjelaskan bahwa MY Insitute melihat bagaimana masyarakat dilibatkan dalam penjagaan serta pengelolaan Pariwisata di sekitarnya. Berbanding lurus dengan berita-berita yang diinfokan oleh beberapa media saat ini, bahwa hanya 43,5% saja masyarakat dilibatkan. Misalnya dalam penjagaan kebersihan, keamanan serta diperbolehkannya mereka untuk berjualan disepanjang lokasi pariwisata tersebut.(EZ/*)

100 Hari Pertama Zul – Rohmi, Survey MY Institute : 55,6 Persen Masyarakat Puas, Optimis NTB Lebih Baik 87 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *