Kado HUT NTB dan Jelang 100 Hari Kerja

SUMBAWA BESAR, SR (16/12/2018)

Sumber: Samawarea.com

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-60 dan menjelang 100 hari masa kerja Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE., M.Sc—Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah M.Pd, MY Intitute melakukan survei kinerja. Survei yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Survei Lokal di Kabupaten Sumbawa tersebut bertajuk “Menuju 100 Hari Bang Zul dan Ummi Rohmi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Periode 2018-2023. Survei ini dilakukan sejak tanggal 20 November –3 Desember 2018 menggunakan metode Multistage Random Sampling dengan Margin of Error 4,4%, dan tingkat kepercayaan 95%. Dari Margin of error dan tingkat kepercayaan itu diperoleh 500 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Barat.

Beberapa program Zul-Rohmi disurvey. Pasalnya sejak dilantik, Zul-Rohmi melakukan berbagai gebrakan dan program yang berbeda dari masa pemerintahan sebelumnya. Di antaranya mengirim 1000 anak muda NTB untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Setiap Hari Jum’at menggelar kegiatan bertajuk “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi”. Belum lagi beberapa bulan sebelum dilantiknya Bang Zul dan Ummi Rohmi, NTB mendapat musibah Gempa, sehingga mendorong pasangan tersebut untuk merumuskan program-program percepatan penanggulangan korban pasca gempa. “Dari sinilah MY Institute menilai meski masa kepemimpinan masih baru menuju 100 hari, namun beberapa program dan gebrakan yang dilakukan perlu mendapat perhatian khusus bagi masyarakat. Selain itu, Pemerintah Provinsi NTB sangat perlu untuk mengetahui penilaian masyarakat terhadap berbagai program-programnya, agar hadir komunikasi dua arah antara pemerintah dengan masyarakatnya,” ungkap Miftahul Arzak, S.Ikom., MA selaku Direktur MY Institute dalam jumpa pers di Mataram, Minggu (16/12).

Popularitas Zul—Rohmi Meningkat

Untuk pengetahuan masyarakat terhadap Zul—Rohmi, Miftah menyebutkan terjadi peningkatan. Dari survey ini didapatkan 66,4% masyarakat NTB sudah mengenal Gubernur dan Wakil Gubernurnya. Ini tidak terlepas dari intensnya Zul—Rohmi turun lapangan sebelum dan pasca Pilgub Juni 2018 lalu. Sebelumnya pengetahuan masyarakat terkait Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB serta informasi terkait para calon masih 50%. Saat ini menjelang 100 hari masa kerja Zul—Rohmi, masyarakat sudah mengenal Gubernur dan Wakil Gubernurnya meningkat 10% dari data sebelumnya. Tentunya ini akan berdampak positif terhadap program-program yang akan mereka jalankan nanti, terutama pada kedekatan serta komunikasi yang intensif antara rakyat dengan pemimpinnya.

Sigap Tangani Pariwisata NTB Pasca Gempa

Isu selanjutnya terkait Korban Gempa NTB. Dari 500 responden, MY Institute mendapatkan 21,2% responden yang menjadi Korban Gempa NTB serta mengalami kerusakan parah (rumah rusak dan keluarganya yang meninggal dunia). Masyarakat korban gempa menilai bahwa hingga kini masih ada masalah komunikasi atau kurang meratanya informasi dari pemerintah pusat, provinsi hingga kabupaten kepada korban, terutama terkait bantuan. Masih ada 66,1% masyarakat menilai bahwa informasi terkait bantuan seperti persyaratan untuk mendapatkan bantuan, bahan-bahan yang harus disiapkan serta cara mengklaim bantuan yang belum mereka ketahui. Selain itu, 64,5% korban yang terkena dampak Gempa NTB menilai bahwa bantuan yang diberikan pemerintah belum sesuai harapan. Masyarakat berharap agar pemerintah segera membantu pembangunan maupun renovasi rumah yang telah rusak. Para korban pun menginginkan bantuan dana segera cair sebagaimana yang telah dijanjikan pemerintah pusat, atau minimal mereka mendapat bantuan bahan bangunan untuk membangun kembali rumah secara pribadi.

Selain menelan korban jiwa dan berdampak pada psikis korban, ternyata gempa NTB juga berdampak bagi aktivitas Pariwisata di NTB. Terlebih salah satu nilai jual Provinsi NTB banyak disumbangkan melalui pariwisata. Dari 100% data yang masuk, terdapat 33,6% masyarakat menilai terdapat potensi pariwisata di sekitarnya dan 43,5% dari masyarakat tersebut menilai gempa NTB berdampak pada aktivitas Pariwisata. Namun penilaian positif bagi Pemerintah Provinsi NTB. Sebanyak 53,5% masyarakat sekitar lokasi pariwisata menilai Zul—Rohmi cukup sigap dalam perbaikan Pariwisata NTB. Tidak hanya fisik, namun promosi kepada seluruh wisatawan dan calon wisatawan segera disampaikan, sehingga aktivitas pariwisata kini perlahan sudah berjalan seperti semula. Selain melihat dampak gempa, Mifta juga menjelaskan bahwa MY Insitute melihat bagaimana masyarakat dilibatkan dalam penjagaan serta pengelolaan pariwisata di sekitarnya. Berbanding lurus dengan berita-berita yang diinfokan beberapa media saat ini, bahwa hanya 43,5% masyarakat dilibatkan. Misalnya dalam penjagaan kebersihan, keamanan serta diperbolehkannya mereka untuk berjualan di sepanjang lokasi pariwisata tersebut.

Minim Informasi Beasiswa Pendidikan Luar Negeri 

Di antara beberapa program yang dilakukan Zul-Rohmi, ada beberapa program yang cukup menarik untuk dinilai. Mifta menjelaskan program ini menarik. Adalah mengirim 1000 anak muda di daerahnya untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Program Pemerintah Provinsi NTB tersebut diterima dengan baik oleh masyarakat. 91,1% masyarakat menilai program tersebut positif sebagai salah satu langkah mengembangkan SDM di NTB. Namun, ada 8,9% menganggap masih kurang berdampak. Mereka menilai program tersebut hanya untuk lulusan S1 atau SMA saja, sedangkan peningkatan skill untuk lulusan SD, SMP perlu ada dan diperhatikan. Syarat untuk mengikuti program beasiswa tersebut juga masih dianggap berat. Di balik segala penilaian tersebut, informasi beasiswa itu hanya diketahui 20,2% masyarakat NTB yaitu meliputi masyarakat dengan tingkat pendidikan S2=50%, D1-D3=37,5%, S1=31,25% dan SMA=22,2%. Sedangkan pekerjaan yang banyak mengetahui informasi beasiswa ini meliputi guru/dosen, karyawan swasta dan pensiunan yang mencari beasiswa untuk anak maupun cucunya

Jumpa Bang Zul–Ummi Rohmi Sangat Positif

Sedangkan program unik lainnya yang berjudul “Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi” yang dilaksanakan setiap Hari Jum’at hanya diketahui 10,4% masyarakat. Namun yang mengetahui menganggap program itu sangat positif dalam rangka mendengar aspirasi masyarakat. Program ini juga sangat jarang dilakukan oleh para kepala daerah pada tingkat kabupaten di NTB. Beberapa daerah yang masih kurang mengetahui program ini adalah Kota Bima, Lombok Tengah dan Lombok Timur. Rata-rata yang mengetahui berada di bawah 10%.

Masyarakat Puas dengan Kinerja Zul-Rohmi

Dari seluruh penilaian tersebut, MY Insitute juga menilai tingkat kepuasan dan optimisme masyarakat terhadap Dr. Zulkieflimansyah, M.Sc dan Dr. Hj. Siti Rohmi Djalilah. Meski akan berjalan 100 hari kerja, namun masyarakat NTB sudah cukup puas dengan berbagai gebrakan dan program yang sudah dijalankan. Terutama penilaian tersebut dilihat dari tingginya intensitas keduanya turun lapangan, sehingga dapat mendengar keluh kesah masyarakat NTB secara langsung. Terdapat 55,6% masyarakat yang puas dengan kinerja Zul–Rohmi. Masyarakat NTB juga menaruh kepercayaan dan harapan yang besar terhadap keduanya. 87% masyarakat NTB optimis NTB akan lebih baik dan gemilang seperti visi dan misi yang diusung Zul-Rohmi. Tentunya harapan tersebut juga bersamaan dengan beberapa program yang menyentuh seluruh elemen masyarakat. (JEN/SR)

Popularitas dan Kepuasan Masyarakat Terkait Kinerja Zul-Rohmi Meningkat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *