Di tengah Pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini. Kami dari Lembaga Survei dan Penelitian MY Institute mengucapkan turut berduka bagi seluruh warga dunia, dan dalam kesempatan kali ini juga mohon izin untuk menyampaikan laporan hasil survei kami terkait Elektabilitas Bakal Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa yang akan berkompetisi InsyaaAllah pada akhir tahun 2020 ini.

Pada momentum ini, sengaja kami merilisnya tidak melalui media massa swasta, dan hanya melalui media Official kami, karena menyadari bahwa saat ini Pandemi Covid 19 menjadi pusat perhatian kita semua. Selain itu, cara ini merupakan bentuk turut berduka cita kami atas kejadian yang melanda dunia saat ini. Namun, karena tanggungjawab secara ilmiah dan kami sebelumnya telah bersurat ke KPU Kab. Sumbawa beberapa bulan yang lalu untuk melakukan survei, maka kami harus mempertanggungjawabkan hasilnya. Selain itu, dalam survei sosial juga mengenal batas waktu untuk merilis, sehingga hasil perlu kita sampaikan dalam waktu dekat secara bertahap agar hasil survei yang dilakukan menghasilkan data yang valid.

Survei yang kami lakukan sepanjang akhir Februari hingga Awal Maret 2020 dengan metode Multistage Random Sampling, Margin of Error 4,6% tingkat kepercayaan 95%, Populasi sejumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tersebar di seluruh Desa di Kabupaten Sumbawa dengan persebaran jenis kelamin yang proporsional juga berdasarkan perbandingan DPT, sehingga mendapatkan sampel sejumlah 500 orang.

Menurut Yadi Satriadi, Peneliti MY Institute hasil survei ini cukup signifikan berubah. Sebelumnya, MY Institute telah melakukan Survei sebanyak 5 kali sejak akhir tahun 2018 hingga sepanjang tahun 2019. Nama Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc (Husni) selalu menjadi yang paling teratas meninggalkan seluruh bakal calon lainnya, termasuk meninggalkan wakilnya saat ini, Drs H Mahmud Abdullah (Mo) yang dikabarkan mereka akan berpisah di Kontestasi Pilkada tahun 2020 ini. Namun, Peta Politik Pilkada yang InsyaaAllah akan dilakukan pada akhir tahun 2020 ini berubah dinamis setelah sejak awal tahun 2020 mulai berhembus nama-nama bakal calon.

MY Institute pada akhir Februari melakukan Survei dengan menyebarkan nama-nama beberapa bakal pasangan calon yang hangat dibicarakan oleh masyarakat. Diantaranya: Husni-Ikhsan Madjid, Mo-Novi, Jarot-Mukhlis, Talif – Sudirman, Rasyidi – Sudirman Malik dan menyiapkan pertanyaan terbuka jika diantara nama-nama tersebut tidak ada yang dipilih oleh responden atau memiliki calon lainnya.

Berdasarkan hasil survei, Pasangan Mo-Novi berada pada posisi teratas yaitu 45,2% pilihan masyarakat, disusul oleh pasangan Husni-Ikhsan sebanyak 23%, Jarot – Mukhlis 16%, Talif-Sudirman 10%, Rasyidi – Sudirman Malik 1,2%,  memilih pasangan di luar tersebut 0,4% diantaranya yang bermunculan seperti nama Nurdin Ranggabarani dan Syukri Rahmat, sedangkan yang tidak memilih sebanyak 4,2%.

Data-data di atas tentunya dapat saja berubah setiap waktu hingga waktu pemilihan nanti jika ada gebrakan-gebrakan gerakan dari masing-masing bakal calon, terutama dalam melihat Covid-19 ini mempengaruhi cara sosialisasi dan memperkenalkan diri para bakal calon di tengah masyarakat, Jelas Yadi.

Selain mensurvei elektabilitas, MY Institute juga melihat daya tolak masyarakat dari beberapa pasangan calon. Dalam data tersebut tentunya masyarakat menilai berbagai program-program yang telah dilakukan petahana dan menilai sosok bagi bakal calon yang masuk kategori pendatang baru. Dari penilaian-penilaian tersebut, Sebanyak 20,2% masyarakat Sumbawa menginginkan pasangan Husni-Ikhsan untuk tidak maju di Pilkada Sumbawa mendatang, ada berbagai alasan, diantaranya masyarakat menginginkan ada sosok yang baru untuk memimpin Sumbawa, diikuti oleh daya tolak untuk bakal calon Jarot-Mukhlis 4.4% dan 2,4% untuk Mo-Novi, diikuti oleh Rasyidi-Sudirman Malik 1,2% serta yang terakhir 1% pasangan Talif-Sudir, sedangkan ada 70,8% responden yang tidak menjawab.

Faktor-faktor penilaian terhadap daya tolak tidak hanya dipengaruhi oleh keinginan masyarakat untuk bakal calon tertentu tidak maju saja, melainkan juga dilihat dari tingkat popularitas bakal calon. Contohnya bakal calon yang daya tolaknya rendah bisa jadi karena tingkat popularitasnya juga rendah, sedangkan ada bakal calon yang memiliki daya tolak tinggi, bisa jadi dikarenakan popularitasnya pun tinggi sehingga ada banyak responden yang memberikan beragam penilaian, tambah Yadi.

Selain itu, Yadi menjelaskan kembali bahwa hasil survei ini bukanlah hasil akhir, melainkan jika Pilkada dilaksanakan pada hari ini terhitung pada akhir Februari hingga Awal Maret 2020. Kuncinya adalah siapa yang menguasai peta maka mereka yang berhasil sampai finish dengan kemenangan, dan masih ada waktu untuk memperbaiki posisi. Namun, yang terpenting tambah Yadi, Bakal Calon perlu mengetahui dimana area Hijau (aman), Kuning (Ada peluang untuk masuk) dan Merah (Area lawan), sehingga Pada pilkada mendatang bukanlah tebak-tebakan strategi, melainkan harus terukur dan terencana secara matang.

Namun, jika ada media massa, bakal calon atau partai politik yang ingin mengonfirmasi hasil survei kami, silahkan menghubungi di kontak kami 082339140283 (Whatsapp Yadi) atau kantor kami di BTN Bukit Permai Blok CC No.9A, Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa

Demikian rekan-rekan semua, semoga Pandemi Covid 19 ini segera berakhir dalam waktu dekat, dan kita bisa beraktivitas seperti sedia kala.

Wassalamualaikum wr wb

Rilis Survei Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa (Periode Februari-April 2020)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *