Yadi Satriadi, S.Ikom (Yadi)

 

Pemuda asli Sumbawa yang lahir di Sela pada 3 Agustus 1995. Setelah menamatkan Studi S1 Ilmu Komunikasi pada Oktober 2017, kini Yadi berprofesi sebagai Dosen di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Teknologi Sumbawa.

Ketertarikannya pada dunia komunikasi tanpa disadari sudah dimulai sejak ia duduk di bangku MTs, dimana praktek public speaking kerap dilakukannya semasa menjadi Ketua Osis di MTs NW Samawa 2008/2009. Di setiap pagi sebelum memulai aktivitas belajar, rutinitas menyampaikan pidato/ceramah di Sekolah itu menjadi wadah pengembangan dirinya. Dan ketika duduk di bangku SMA Yadi dipercayakan mewakili Madrasah Aliyah Negeri 1 Sumbawa untuk mengikuti kontestasi Pidato tingkat SMA/MA/SMK Sekabupaten Sumbawa pada tahun 2012, sayangnya hanya berhasil meraih peringkat dua.

Pengalaman organisasinya dimulai ketika Yadi mengenyam bangku MTs. Tepat sebelum menjabat sebagai Ketua Osis MTs NW Samawa 2009, ia dipercayakan sebagai Ketua Palang Merah Remaja (PMR) pada 2008. Melanjutkan pendidikan di MAN 1 Sumbawa, Yadi bergabung di organisasi yang berbeda dari sebelumnya yaitu Pramuka. Tercatat pada 2012 ia menjadi ketua Pramuka MAN 1 Sumbawa Gudep 07/08. Hingga duduk di bangku kuliah ketertarikannya akan dunia organisasi tidak menyusut. Pada 2015 melalui musyawarah mufakat Yadi diamanahkan sebagai Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Komunikasi periode 2015-2016. Selain itu, ia juga merupakan salah satu Panelis yang lolos pada Jurnal Internasional di Australia, diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia tahun 2016.

Semasa kuliah di Universitas Teknologi Sumbawa, melalui Fakultas Ilmu Komunikasi Yadi bersama rekan-rekan seperjuangannya berkesempatan menimbah ilmu ke berbagai media nasional di Indonesia, baik media televisi, cetak maupun media online seperti TV One, SCTV, Indosiar, TVRI, CNN Indonesia, TV Parlemen, Kompas, Republika, detik.com dan inilah.com. Tidak hanya ke media, tempat menimbah ilmu lainnya adalah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan salah satu Lembaga Konsultan Politik “Charta Politika”, yang merupakan konsultan politik Jokowi-JK pada kontestasi Pemilihan Presiden 2014.

Kunjungannya ke Charta Politika rupanya menyisakan sebuah pengharapan, bahwa kelak Ia akan mendirikan Lembaga Konsultan Politik. Seiring berjalan waktu, Ia pun dipertemukan dengan orang-orang yang se-visi. Kini, Yadi bersama dua rekannya mendirikan Lembaga Survey dan Riset “MY Institute” dengan berbekal keilmuannya di bangku kuliah, pengalaman organisasi dan riset serta perolehan sertifikat survei dan penelitian dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pelatihan metode survei oleh KEMENRISTEK DIKTI.