MY Institute menerapkan prinsip probabilitas dalam penarikan sampel. Dalam pengambilan sampel, MY Institute menggunakan teknik multistage random sampling.

Teknik tersebut akan menjadikan setiap anggota atau masyarakat dalam populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipilih menjadi responden, sehingga pengukuran pendapat dapat dilakukan dengan hanya melibatkan sedikit responden. Meski tanpa melibatkan semua anggota populasi, hasil survei dapat digeneralisasikan sebagai representasi populasi. Metode ini pun dilakukan oleh hampir seluruh lembaga survei di Indonesia dan dunia.

Survei yang dilakukan oleh MY Institute mengikuti metodologi sebagai berikut:

  1. Metode penarikan sampel: Multistage random sampling
  2. Jumlah responden kurang lebih 400 (margin of error ± 5% pada tingkat kepercayaan 95%) dan responden kurang lebih 900 (margin of error ± 3% pada tingkat kepercayaan 95%)
  3. Pengumpulan data: Wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner
  4. Surveyor (pewawancara): Berstatus minimal mahasiswa dan mendapatkan pelatihan tentang seluruh soal kuesioner. Pewawancara akan dilatih dengan paling banyak 20 kuesioner untuk turun kelapangan (latihan), setelah dianggap  mampu, surveyor baru diijinkan  turun ke lapangan
  5. Validasi data: Perbandingan karakteristik demografis dari sampel yang diperoleh dari survei dengan populasi yang diperoleh lewat sensus (BPS), data kelurahan/kecamatan, data pribadi lembaga serta Komisi Pemilihan Umum Setempat.