• Informasi lebih lanjut hubungi +6282340009428

Kegiatan Hari Kedua Sidang Sekolah Pilar Muda

Admin Sekolah Pilar Muda 22 July 2026
Sidang Sekolah Pilar Muda dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di Science
and Technopark Universitas Teknologi Sumbawa (STP-UTS) sebagai ruang deliberasi
bagi para delegasi untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapi
Kabupaten Sumbawa, khususnya pada bidang lingkungan hidup, ketahanan pangan,
pengelolaan sumber daya alam, dan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Melalui sidang ini, para delegasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan
pandangan, berdiskusi, menyusun argumentasi, serta merumuskan rekomendasi
kebijakan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan para
pemangku kepentingan.
Proses persidangan dilaksanakan secara demokratis melalui beberapa tahapan,
mulai dari penyampaian pandangan oleh delegasi setiap regional, tanggapan dari
delegasi peninjau, diskusi perumusan rekomendasi, pembahasan bersama, hingga
pengambilan keputusan melalui musyawarah. Dalam proses tersebut, seluruh peserta
dilatih untuk menyampaikan gagasan secara argumentatif, menghargai perbedaan
pendapat, serta mencari solusi yang dapat diterima secara bersama.
Berdasarkan hasil persidangan, para delegasi berhasil merumuskan 16
rekomendasi strategis yang dikelompokkan ke dalam isu lingkungan, kehutanan,
pertanian berkelanjutan, mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya alam, serta
penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah.
Adapun rekomendasi yang dihasilkan meliputi:
1. Pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis kolaborasi
pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
2. Penguatan pengawasan serta pengendalian pencemaran sungai melalui
edukasi dan partisipasi masyarakat.
3. Mendorong regenerasi petani melalui Gerakan Petani Muda Sumbawa.
4. Pengembangan agropreneur muda berbasis pertanian modern dan teknologi
digital.
5. Penertiban alih fungsi lahan dan perlindungan kawasan hutan dari aktivitas
yang merusak lingkungan.
6. Penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran di bidang kehutanan dan
lingkungan hidup.
7. Pelaksanaan program pemulihan kawasan hulu dan rehabilitasi lahan kritis
secara terpadu.
8. Pengendalian degradasi lahan akibat praktik pertanian monokultur yang tidak
berkelanjutan.
9. Penataan tata ruang yang berpihak pada perlindungan kawasan hutan dan
daerah resapan air.
10.Penguatan program konservasi lingkungan sebagai bagian dari mitigasi
bencana daerah.
11.Konservasi kawasan serapan air dan perlindungan daerah tangkapan air di
wilayah hulu.
12.Mitigasi banjir dan pengendalian sedimentasi daerah aliran sungai (DAS)
secara terpadu.
13.Pembangunan infrastruktur konservasi air dengan pelibatan aktif generasi
muda.
14.Transformasi pertanian berkelanjutan melalui penerapan sistem tanam
konservasi dan agroforestri.
15.Penguatan konservasi kawasan hutan melalui pengendalian pembukaan lahan
dan rehabilitasi lingkungan.
16.Pemulihan kesuburan tanah melalui pengurangan penggunaan bahan kimia
pertanian dan penguatan pertanian ramah lingkungan.
Secara umum, rekomendasi yang dihasilkan menunjukkan tingginya perhatian
generasi muda Kabupaten Sumbawa terhadap persoalan kerusakan lingkungan,
keberlanjutan sektor pertanian, konservasi kawasan hutan, mitigasi bencana, serta
pentingnya pelibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Rekomendasi tersebut
selanjutnya menjadi salah satu luaran utama Sekolah Pilar Muda dan direncanakan
untuk didiskusikan lebih lanjut bersama unsur legislatif, eksekutif, serta berbagai22
pemangku kepentingan sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap
masa depan Kabupaten Sumbawa.

Kelas Kepemimpinan
Setelah menyelesaikan rangkaian persidangan dan perumusan rekomendasi
kebijakan, para delegasi Sekolah Pilar Muda mengikuti Kelas Kepemimpinan yang
disampaikan oleh H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, Wakil Ketua Badan Anggaran
MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda. Materi ini bertujuan memperkuat
perspektif peserta mengenai makna kepemimpinan, tantangan kepemimpinan masa
depan, serta pentingnya pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa,
dan bernegara.
Dalam pemaparannya, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM menegaskan bahwa
kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kekuasaan, melainkan kemampuanmenghadirkan manfaat, memberikan solusi, dan bertanggung jawab terhadap
masyarakat. Menurut beliau, generasi muda perlu mempersiapkan diri menjadi
pemimpin yang memiliki integritas, keberanian mengambil keputusan, empati sosial,
serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.
Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang sangat cepat, serta
meningkatnya polarisasi sosial, pemimpin masa depan dituntut untuk terus belajar,
memiliki mental yang kuat, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Peserta juga diajak memahami bahwa kepemimpinan dibangun melalui proses
panjang, dimulai dari keterlibatan dalam organisasi, aktivitas sosial, hingga
pengalaman mengabdi di tengah masyarakat. Melalui pengalaman pribadi sebagai
aktivis, anggota DPRD Provinsi NTB, hingga anggota DPR RI, beliau menjelaskan
bahwa organisasi merupakan ruang belajar yang penting untuk membentuk disiplin,
kemampuan komunikasi, kerja sama, serta keberanian menyampaikan gagasan di
ruang publik.
Pada bagian akhir materi, peserta diajak memahami kompetensi yang harus
dimiliki oleh pemimpin masa depan, yaitu integritas, empati, kemampuan komunikasi,
kolaborasi, kreativitas, serta daya tahan mental dalam menghadapi perubahan.
Pemimpin masa depan juga dituntut mampu merespons perkembangan kecerdasan
buatan (Artificial Intelligence), krisis lingkungan, perubahan dunia kerja, serta
tantangan global lainnya tanpa kehilangan nilai moral dan tanggung jawab sosial.
Sebagai penutup, beliau berpesan kepada seluruh delegasi agar tidak takut
bermimpi besar dan terus mengembangkan kapasitas diri. Menjadi pemimpin,
menurut beliau, dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti disiplin, gemar
membaca, rajin menulis, menjaga ucapan, menghargai orang lain, dan berani
mengambil tanggung jawab. Melalui materi ini, para delegasi diharapkan memiliki
kesadaran bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi terkenal, melainkan tentang
kemampuan memberikan manfaat dan menghadirkan solusi bagi masyarakat, daerah,
dan bangsa.