Kegiatan Hari Kedua Sidang Sekolah Pilar Muda
Admin
Sekolah Pilar Muda
22 July 2026
Sidang Sekolah Pilar Muda dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026 di Science and Technopark Universitas Teknologi Sumbawa (STP-UTS) sebagai ruang deliberasi bagi para delegasi untuk membahas berbagai persoalan strategis yang dihadapiKabupaten Sumbawa, khususnya pada bidang lingkungan hidup, ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya alam, dan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Melalui sidang ini, para delegasi diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, berdiskusi, menyusun argumentasi, serta merumuskan rekomendasi kebijakan yang diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan. Proses persidangan dilaksanakan secara demokratis melalui beberapa tahapan, mulai dari penyampaian pandangan oleh delegasi setiap regional, tanggapan dari delegasi peninjau, diskusi perumusan rekomendasi, pembahasan bersama, hingga pengambilan keputusan melalui musyawarah. Dalam proses tersebut, seluruh peserta dilatih untuk menyampaikan gagasan secara argumentatif, menghargai perbedaan pendapat, serta mencari solusi yang dapat diterima secara bersama. Berdasarkan hasil persidangan, para delegasi berhasil merumuskan rekomendasi strategis yang dikelompokkan ke dalam isu lingkungan, kehutanan, pertanian berkelanjutan, mitigasi bencana, pengelolaan sumber daya alam, serta penguatan peran pemuda dalam pembangunan daerah. Adapun rekomendasi yang dihasilkan meliputi:
1. Pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu berbasis kolaborasi pemerintah, akademisi, dan masyarakat.
2. Penguatan pengawasan serta pengendalian pencemaran sungai melalui edukasi dan partisipasi masyarakat.
3. Mendorong regenerasi petani melalui Gerakan Petani Muda Sumbawa.
4. Pengembangan agropreneur muda berbasis pertanian modern dan teknologi digital.
5. Penertiban alih fungsi lahan dan perlindungan kawasan hutan dari aktivitas yang merusak lingkungan.
6. Penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran di bidang kehutanan dan lingkungan hidup.
7. Pelaksanaan program pemulihan kawasan hulu dan rehabilitasi lahan kritis secara terpadu.
8. Pengendalian degradasi lahan akibat praktik pertanian monokultur yang tidak berkelanjutan.
9. Penataan tata ruang yang berpihak pada perlindungan kawasan hutan dan daerah resapan air.
10.Penguatan program konservasi lingkungan sebagai bagian dari mitigasi bencana daerah.
11.Konservasi kawasan serapan air dan perlindungan daerah tangkapan air di wilayah hulu.
12.Mitigasi banjir dan pengendalian sedimentasi daerah aliran sungai (DAS) secara terpadu.
13.Pembangunan infrastruktur konservasi air dengan pelibatan aktif generasi muda.
14.Transformasi pertanian berkelanjutan melalui penerapan sistem tanam konservasi dan agroforestri.
15.Penguatan konservasi kawasan hutan melalui pengendalian pembukaan lahan dan rehabilitasi lingkungan.
16.Pemulihan kesuburan tanah melalui pengurangan penggunaan bahan kimia pertanian dan penguatan pertanian ramah lingkungan.
Secara umum, rekomendasi yang dihasilkan menunjukkan tingginya perhatian generasi muda Kabupaten Sumbawa terhadap persoalan kerusakan lingkungan, keberlanjutan sektor pertanian, konservasi kawasan hutan, mitigasi bencana, serta pentingnya pelibatan pemuda dalam pembangunan daerah. Rekomendasi tersebut selanjutnya menjadi salah satu luaran utama Sekolah Pilar Muda dan direncanakan untuk didiskusikan lebih lanjut bersama unsur legislatif, eksekutif, serta berbagai22 pemangku kepentingan sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap masa depan Kabupaten Sumbawa.
Kelas Kepemimpinan
Setelah menyelesaikan rangkaian persidangan dan perumusan rekomendasi kebijakan, para delegasi Sekolah Pilar Muda mengikuti Kelas Kepemimpinan yang disampaikan oleh H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, Wakil Ketua Badan Anggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda. Materi ini bertujuan memperkuat perspektif peserta mengenai makna kepemimpinan, tantangan kepemimpinan masa depan, serta pentingnya pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dalam pemaparannya, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan atau kekuasaan, melainkan kemampuanmenghadirkan manfaat, memberikan solusi, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Menurut beliau, generasi muda perlu mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang memiliki integritas, keberanian mengambil keputusan, empati sosial, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks. Di tengah perkembangan teknologi, arus informasi yang sangat cepat, serta meningkatnya polarisasi sosial, pemimpin masa depan dituntut untuk terus belajar, memiliki mental yang kuat, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan.
Peserta juga diajak memahami bahwa kepemimpinan dibangun melalui proses panjang, dimulai dari keterlibatan dalam organisasi, aktivitas sosial, hingga pengalaman mengabdi di tengah masyarakat. Melalui pengalaman pribadi sebagai aktivis, anggota DPRD Provinsi NTB, hingga anggota DPR RI, beliau menjelaskan bahwa organisasi merupakan ruang belajar yang penting untuk membentuk disiplin, kemampuan komunikasi, kerja sama, serta keberanian menyampaikan gagasan di ruang publik. Pada bagian akhir materi, peserta diajak memahami kompetensi yang harus dimiliki oleh pemimpin masa depan, yaitu integritas, empati, kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta daya tahan mental dalam menghadapi perubahan. Pemimpin masa depan juga dituntut mampu merespons perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), krisis lingkungan, perubahan dunia kerja, serta tantangan global lainnya tanpa kehilangan nilai moral dan tanggung jawab sosial. Sebagai penutup, beliau berpesan kepada seluruh delegasi agar tidak takut bermimpi besar dan terus mengembangkan kapasitas diri. Menjadi pemimpin, menurut beliau, dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana seperti disiplin, gemar membaca, rajin menulis, menjaga ucapan, menghargai orang lain, dan berani mengambil tanggung jawab. Melalui materi ini, para delegasi diharapkan memiliki kesadaran bahwa kepemimpinan bukan tentang menjadi terkenal, melainkan tentang kemampuan memberikan manfaat dan menghadirkan solusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.