• Informasi lebih lanjut hubungi +6282340009428

Kegiatan Hari Keempat (Pembelajaran di Lapangan (Heritage Walk))

Admin Sekolah Pilar Muda 23 July 2026
Kegiatan Hari Keempat (Pembelajaran di Lapangan (Heritage Walk))
Sebagai bagian dari proses pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada kepemimpinan dan kebijakan publik, Sekolah Pilar Muda juga menyelenggarakan kegiatan Heritage Walk pada hari keempat pelaksanaan program. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan para delegasi kepada sejarah, budaya, dan identitas lokal Kabupaten Sumbawa sebagai bagian penting dalam membentuk karakter kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai daerah. Heritage Walk dilaksanakan pada 23 Mei 2026 dengan mengunjungi tiga situs bersejarah penting, yaitu Museum Bala Datu Ranga, Istana Dalam Loka, dan Istana Bala Kuning. Kegiatan ini dipandu langsung oleh Yuli Andari selaku Direktur Museum Bala Datu Ranga dan diikuti oleh Wakil Ketua Badan Anggaran MPR RI sekaligus Ketua Komite Sekolah Pilar Muda, H. Johan Rosihan, S.T., M.H., CPM, Kepala Sekolah Pilar Muda Dr. Miftahul Arzak, S.I.Kom., M.A., jajaran panitia, serta seluruh delegasi Sekolah Pilar Muda.
Pada kunjungan pertama di Museum Bala Datu Ranga, peserta memperoleh pemahaman mengenai sejarah pemerintahan Kesultanan Sumbawa melalui penjelasan tentang perjalanan hidup Datu Ranga Abdul Madjid Daeng Matutu beserta berbagai peristiwa penting yang terjadi pada masa kepemimpinannya. Delegasi juga diperkenalkan dengan berbagai dokumen, foto sejarah, serta benda-benda peninggalan yang menjadi saksi perkembangan sosial dan pemerintahan di Sumbawa pada masa lampau. Kunjungan berikutnya dilaksanakan di Istana Dalam Loka, salah satu ikon budaya dan sejarah Sumbawa. Di lokasi ini peserta mempelajari filosofi bangunan istana, sejarah Kesultanan Sumbawa, serta nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Delegasi diajak menelusuri berbagai ruangan istana sambil mempelajari fungsi setiap ruangan, sistem kehidupan masyarakat pada masa kerajaan, serta berbagai koleksi benda bersejarah yang masih terawat hingga saat ini. Penjelasan mengenai filosofi 99 tiang Istana Dalam Loka yang dikaitkan dengan nilai-29 nilai spiritual dan budaya memberikan pemahaman mendalam mengenai hubungan antara tradisi, kepercayaan, dan tata kehidupan masyarakat Sumbawa. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Istana Bala Kuning, yang hingga kini masih menjadi bagian penting dari sejarah Kesultanan Sumbawa. Pada lokasi ini peserta memperoleh penjelasan mengenai perkembangan keluarga Kesultanan Sumbawa, berbagai dokumen sejarah, foto-foto keluarga sultan, serta benda-benda peninggalan yang menggambarkan perjalanan sosial, budaya, dan pemerintahan Sumbawa dari masa ke masa. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada delegasi untuk melihat secara langsung warisan budaya yang masih terjaga dan memahami pentingnya pelestarian sejarah sebagai bagian dari identitas daerah. Melalui kegiatan Heritage Walk, para delegasi tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai sejarah lokal, tetapi juga diajak membangun kesadaran bahwa kepemimpinan yang baik harus berakar pada pemahaman terhadap identitas, nilai budaya, dan perjalanan sejarah masyarakatnya. Kegiatan ini menjadi sarana refleksi bagi peserta untuk memahami bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai masa depan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga dan menghargai warisan sejarah yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Sumbawa hingga hari ini